Mesin Las Argon Terjangkau – Jujur aja, bro. Pernah nggak sih Anda gemas sendiri lihat hasil las stik (MMA) di stainless steel? Udah pakai kawat las stainless paling mahal, tapi hasilnya tetap… gitu deh. Kasar, banyak percikan (spatter), dan kalau las material tipis, seringnya bolong! Apalagi kalau lagi bikin kanopi, pagar, atau knalpot custom yang menuntut estetika, bisa stres sendiri.
Anda lihat di YouTube, hasil las orang-orang bisa rapi banget, warnanya pelangi (tanda matang sempurna), dan sambungannya nyaris nggak kelihatan. Itu rahasianya cuma satu: mereka pakai las TIG, alias las argon.
Tunggu, jangan langsung tutup halaman ini! Saya tahu apa yang ada di pikiran Anda. “Ah, las TIG itu rumit!” “Las argon itu mahal!” “Itu kan buat pabrik besar, bukan buat bengkel saya!”
Dulu mungkin iya. Tapi kabar baiknya, teknologi itu berkembang. Sekarang, sudah banyak banget pilihan mesin las argon terjangkau yang fiturnya nggak main-main. Kualitasnya sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan bengkel UMKM, fabrikasi, bahkan hobiis serius. Anda bisa kok, punya mesin las TIG dengan harga yang nggak bikin kantong jebol.
Dalam panduan lengkap ini, kita akan bedah tuntas jeroan-nya. Kita akan kupas cara memilih mesin las argon terbaik sesuai bujet, fitur apa yang wajib ada (dan mana yang cuma gimmick), sampai 5 rekomendasi mesin paling worth-it yang bisa Anda dapatkan dengan garansi resmi di Juragan Las.
Baca Juga: Panduan Lengkap Carbon Gouging Jakarta: Harga, Tipe & Supplier Jual (Glodok)
Kapan Anda Wajib Pindah Haluan ke Las Argon (TIG)?
Sebelum kita ngomongin harga dan spek, kita samakan frekuensi dulu. Kenapa sih las TIG (Tungsten Inert Gas) ini spesial banget? Las TIG menggunakan elektroda tungsten yang nggak ikut meleleh (non-consumable) untuk menciptakan busur api. Material pengisi (kawat las) Anda tambahkan sendiri secara manual. Dan yang paling penting, semua proses itu dilindungi oleh gas mulia (Argon) agar tidak ada kontaminasi dari udara luar.
Hasilnya? Lasan yang super bersih, kuat, dan presisi.
Perbedaan Mendasar: Las TIG vs. MMA (Stik) vs. MIG
Biar gampang, lihat tabel perbandingan singkat ini:
| Fitur | Las TIG (Argon) | Las MMA (Stik) | Las MIG (CO2) |
|---|---|---|---|
| Hasil Akhir | Sangat Rapi, Bersih, Presisi | Kasar, Butuh Finishing (Gerinda) | Cukup Rapi, Cepat |
| Material Utama | Stainless, Besi, Titanium | Besi Tebal, Konstruksi | Besi, Produksi Massal |
| Kecepatan | Lambat (Butuh Kesabaran) | Cepat | Sangat Cepat |
| Percikan (Spatter) | Nyaris Tidak Ada | Banyak | Sedikit |
| Tingkat Kesulitan | Tinggi (Butuh 2 tangan) | Sedang | Mudah (Pemula) |
Keunggulan Utama Las TIG: Spesialis Material “Manja”
Dari tabel di atas, jelas kan? Kalau target Anda adalah material-material “manja” yang butuh perlakuan khusus, TIG adalah rajanya. Inilah mengapa las TIG adalah standar emas dan pilihan nomor satu sebagai mesin las argon untuk stainless steel. Mau bikin pagar stainless mirror, tralis, kitchen set, sampai header knalpot custom? Wajib pakai TIG.
Selain stainless, TIG juga jagoan untuk:
- Besi tipis (misal 0.8mm)
- Titanium (misal las rangka sepeda atau part racing)
- Tembaga
- Pekerjaan yang menuntut estetika dan kekuatan superior.
Panduan Membeli Mesin Las Argon Terjangkau: 7 Poin Kritis Wajib Tahu!
Nah, sekarang bagian paling seru. Anda sudah yakin butuh TIG. Tapi saat lihat marketplace, kepala Anda pasti pusing. Ada ratusan model, harga beda-beda tipis, fiturnya aneh-aneh. Tenang, ini contekan dari Juragan Las. Cukup perhatikan 7 hal ini, Anda dijamin nggak bakal salah beli.
1. Tipe Arus: DC vs. AC/DC (Ini Kesalahan Fatal Pemula!)
Ini poin paling penting, jangan sampai salah! 90% mesin las argon terjangkau yang ada di pasaran adalah tipe DC (Direct Current). Mesin DC ini sempurna untuk mengelas besi dan (yang paling penting) STAINLESS STEEL.
Lalu, kapan butuh AC (Alternating Current)? Anda WAJIB pakai mesin AC/DC kalau Anda ingin mengelas ALUMINIUM. Titik. Las aluminium (seperti velg mobil, intake, blok mesin) butuh arus AC untuk membersihkan lapisan oksidanya. Jangan paksakan mesin DC untuk las aluminium, hasilnya pasti hancur.
Jadi, tanyakan diri Anda: “Saya mau las aluminium nggak?”
- Jika TIDAK: Selamat! Mesin TIG DC sudah lebih dari cukup. Fokus Anda adalah mencari mesin TIG DC terbaik, dan harganya jauh lebih terjangkau.
- Jika YA: Bujet Anda harus naik. Cari mesin berlabel “AC/DC”.
2. Ampere (A): Seberapa Besar yang Anda Butuhkan?
Gampangnya gini: makin tebal material, makin besar ampere yang dibutuhkan. Untuk bengkel, jangan ambil di bawah 160A.
- 120A – 160A: Cukup untuk plat tipis (0.8mm – 4mm). Cocok buat tukang knalpot atau pagar stainless tipis.
- 200A: Ini adalah sweet spot. Titik ideal. Mesin 200A (seperti Stahlwerk PROTIG-200P) kuat untuk melibas plat tebal (6mm-8mm), tapi apinya juga masih sangat stabil di ampere rendah (mulai 10A) untuk las plat super tipis. Ini mesin “aman” untuk segala kebutuhan.
3. Fitur “WAJIB” untuk Stainless: TIG Pulse (Denyut)
Kalau Anda lihat di spesifikasi mesin ada kata “PULSE” (contoh: Stahlwerk PROTIG-200P), ini adalah fitur dewa. Serius. Inilah pembeda antara mesin TIG “biasa” dan mesin TIG “profesional”.
Fitur Pulse (denyut) akan “mendenyutkan” api las (misal: panas-dingin-panas-dingin dalam sepersekian detik). Apa gunanya? Ini adalah kunci rahasia mengelas mesin las argon untuk stainless super tipis (di bawah 1mm) tanpa membuatnya melengkung (deformasi) atau bolong. Panas yang masuk lebih terkontrol. Buat pemula, fitur ini sangat membantu belajar mengontrol lelehan.
4. Portabilitas: Apakah Mesin Las Argon Mini Cukup?
Sekarang lagi tren mesin las argon mini. Kelebihannya jelas: ringan (bahkan ada yang di bawah 5kg!), ringkas, gampang dibawa-bawa ke proyek. Kalau kerjaan Anda 90% adalah repair ringan di luar bengkel, mesin tipe ini cocok.
Tapi ada tapinya. Biasanya, duty cycle (akan kita bahas) lebih rendah dan fiturnya terbatas (jarang ada Pulse). Kalau Anda kerja di bengkel, lebih baik ambil mesin standar yang lebih tangguh, meski ukurannya sedikit lebih besar.
5. Duty Cycle (Siklus Kerja): Jangan Terkecoh Ampere Gede!
Anda akan sering lihat stiker “200A” di mesin, tapi pas dipakai 5 menit, tiba-tiba mesin mati (proteksi panas). Itu karena duty cycle-nya rendah. Duty cycle adalah seberapa lama mesin bisa bekerja non-stop dalam 10 menit.
Contoh: Duty Cycle 30% @ 200A (seperti spek PROTIG-200P). Artinya, pada setelan 200 Ampere, mesin bisa nyala selama 3 menit (30% dari 10 menit), lalu butuh istirahat 7 menit untuk pendinginan. Ini wajar dan normal untuk mesin inverter yang portabel. Semakin tinggi duty cycle, semakin bagus (dan mahal) mesinnya.
6. Konsumsi Listrik: Berapa Watt Listrik Bengkel Anda?
Ini masalah kritis di Indonesia! Jangan cuma lihat harga mesin las argon, tapi lupa lihat meteran listrik. Mesin las TIG inverter 200A (seperti PROTIG-200P) biasanya punya rated input capacity sekitar 7.5 KW. Artinya, untuk kerja maksimal di 200A, Anda idealnya butuh daya listrik di atas 3500W.
Bisa nggak di listrik 2200W? Bisa, tapi Anda nggak akan bisa pakai ampere maksimal. Paling mentok di 130A – 150A. Pastikan listrik bengkel Anda memadai.
7. Garansi dan Layanan Purna Jual: Pengaman Bujet Anda
Ini yang sering dilupakan. Membeli mesin las argon terjangkau bukan berarti beli barang sekali pakai. Mesin las adalah investasi. Pastikan Anda membeli dari penjual terpercaya yang memberikan garansi resmi.
Contohnya, semua produk Stahlwerk di Juragan Las dilindungi Garansi Servis dan Parts Jeroan Mesin Selama 1 Tahun. Jadi, Anda kerja tenang, hati pun damai. Kalau ada apa-apa, ada yang tanggung jawab.
5 Rekomendasi Mesin Las Argon Terjangkau Terbaik 2025 (Pilihan Juragan Las)
Setelah tahu 7 poin tadi, sekarang Anda siap lihat rekomendasinya. Kami sudah kurasi 5 mesin terbaik di kelasnya, yang memberikan value for money paling tinggi untuk bengkel di Indonesia.
1. Stahlwerk PROTIG-200P: (Pilihan Terbaik – Best All-Rounder)
Ini adalah “jagoan” kami dan produk yang paling kami rekomendasikan di kelas mesin las argon terjangkau. Kenapa? Karena dia mencentang semua kotak di panduan kita.
Dengan harga di kisaran 4 jutaan (Rp 4.200.000,00), Anda mendapatkan mesin 200 Ampere yang sudah dilengkapi fitur DC Pulse. Ini adalah paket komplet. Sangat ideal sebagai mesin las argon untuk stainless tipis (anti-bolong) maupun tebal. Bentuknya portabel (berat cuma 4.93 kg), irit listrik untuk kelasnya (Rated Input 7.5 KW), dan sudah terbukti keandalannya. Mesin ini juga 2-in-1, bisa untuk las TIG Argon dan las MMA (stik biasa) sampai 160 Ampere.
- Tipe: TIG DC + MMA
- Ampere: TIG 10-200A / MMA 10-160A
- Fitur Unggulan: TIG Pulse
- Duty Cycle: 30%
- Cocok untuk: Bengkel stainless (kanopi, pagar), bengkel knalpot, hobiis serius.
2. Vector TIG-160A: (Pilihan Paling Ekonomis & Portabel)
Bagaimana jika bujet Anda sangat terbatas, atau Anda butuh mesin super ringan untuk servis keliling? Vector TIG-160A adalah jawabannya. Ini adalah salah satu mesin las argon mini paling tangguh di kelasnya. Dengan 160 Ampere, sudah lebih dari cukup untuk las stainless tipis (knalpot, pagar) hingga ketebalan 3mm. Tentu, di harga ini Anda belum dapat fitur Pulse, tapi untuk fungsionalitas dasar TIG DC, mesin ini juaranya. Harga mesin las argon ini adalah yang paling bersahabat dengan kantong.
- Tipe: TIG DC + MMA
- Ampere: 160A
- Fitur Unggulan: Sangat Portabel, Harga Ekonomis
- Cocok untuk: Hobiis pemula, bengkel knalpot, tukang servis keliling.
3. Stahlwerk AC/DC TIG-200P: (Solusi “Terjangkau” untuk Aluminium)
Ini adalah kakak dari PROTIG-200P. Seperti yang sudah kita bahas, jika fokus utama Anda adalah aluminium (velg, intake, dll), Anda wajib pakai mesin AC/DC. Stahlwerk AC/DC TIG-200P adalah salah satu opsi mesin AC/DC dengan fitur Pulse paling value for money di pasaran. Anda mendapatkan semua kehebatan las TIG untuk stainless dan besi (mode DC), plus kemampuan penuh untuk mengelas aluminium (mode AC). Ini adalah mesin “satu untuk semua”.
- Tipe: TIG AC/DC + MMA
- Ampere: 200A
- Fitur Unggulan: AC/DC (Bisa Aluminium), TIG Pulse
- Cocok untuk: Bengkel custom aluminium, bengkel velg, fabrikasi profesional.
4. Vector 3-in-1 (MIG/TIG/MMA) 200A: (Si Serba Bisa)
Ada tipe pengguna yang butuh semuanya. “Saya mau las stainless rapi (TIG), mau las besi tebal cepat (MMA), dan mau las besi untuk produksi cepat (MIG). Bisa?” Bisa. Mesin 3-in-1 (Multiprocess) seperti ini jawabannya. Dengan satu mesin, Anda bisa ganti-ganti mode. Untuk TIG-nya, dia menggunakan mode “TIG Lift” (belum High Frequency seperti PROTIG), tapi sudah sangat cukup untuk memulai.
- Tipe: MIG + TIG Lift + MMA
- Ampere: 200A
- Fitur Unggulan: 3-in-1 Multiprocess
- Cocok untuk: Bengkel yang butuh fleksibilitas tinggi, hemat tempat.
5. Stahlwerk TIG-200ST: (Profesional Non-Pulse)
Ini adalah alternatif dari PROTIG-200P jika Anda tidak butuh fitur Pulse. Mungkin Anda tukang las senior yang sudah jago mengontrol feeling tangan dan tidak perlu bantuan Pulse. TIG-200ST menawarkan ketangguhan dan duty cycle yang sedikit lebih tinggi, dengan harga mesin las argon yang lebih terjangkau dibanding versi Pulse. Ini adalah “kuda pekerja” yang tangguh untuk bengkel fabrikasi.
- Tipe: TIG DC + MMA
- Ampere: 200A
- Fitur Unggulan: Duty Cycle Tangguh, Build Quality Profesional
- Cocok untuk: Bengkel fabrikasi besi & stainless volume tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Masih ada yang bikin ragu? Kami kumpulkan pertanyaan yang paling sering ditanyakan seputar mesin las argon terjangkau.
Berapa harga mesin las argon yang bagus untuk pemula?
Harga mesin las argon untuk pemula yang sudah sangat mumpuni (tipe DC, 160A-200A, 2-in-1) berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 4.500.000. Contoh terbaik di rentang harga ini adalah Stahlwerk PROTIG-200P karena sudah dilengkapi fitur Pulse.
Apakah mesin las argon bisa untuk las besi biasa (las stik)?
Ya, 99% mesin las argon terjangkau yang kami jual (termasuk semua di daftar ini) sudah 2-in-1 (TIG/MMA). Anda cukup ganti stang las dan pindahkan saklar ke mode MMA, mesin Anda langsung bisa dipakai untuk las stik (pakai elektroda/kawat las RB/LB biasa).
Apakah las aluminium wajib pakai TIG AC/DC?
Ya, wajib. Las aluminium membutuhkan arus AC untuk membersihkan lapisan oksidanya. Mesin TIG DC (yang lebih terjangkau) hanya bisa untuk besi dan stainless steel.
Apa fungsi fitur “Pulse” pada mesin las argon?
Fitur TIG Pulse “mendenyutkan” api las (panas-dingin), sangat penting untuk mengelas material super tipis (seperti stainless 0.8mm) agar tidak melengkung atau bolong.
Mesin las TIG 200A perlu listrik berapa watt?
Idealnya, untuk menggunakan 200 Ampere penuh, Anda butuh daya listrik bengkel minimal 3500W. Namun, jika listrik Anda 2200W, mesin (seperti PROTIG-200P) tetap bisa nyala dan dipakai, tapi main di ampere rendah-menengah (sekitar 130A-150A), yang mana sudah cukup untuk 80% pekerjaan las stainless.
Kesimpulan: Mesin Las Argon Terjangkau Bukan Lagi Mimpi
Gimana, bro? Pusingnya sudah hilang, kan? Ternyata, memiliki mesin las argon terjangkau yang canggih bukan lagi mimpi. Kuncinya adalah jangan over-budget untuk fitur yang tidak Anda perlukan.
Pahami kebutuhan Anda: Apakah cukup DC (untuk stainless/besi) atau wajib AC/DC (untuk aluminium)? Apakah Anda sering las tipis (butuh Pulse)? Apakah listrik Anda memadai? Dengan menjawab itu, pilihan Anda akan mengerucut.
Untuk 90% kebutuhan bengkel las stainless di Indonesia, kombinasi 200A, 2-in-1, dan fitur Pulse adalah yang paling ideal. Dan semua itu ada di Stahlwerk PROTIG-200P.
Masih bingung? Tim ahli di Juragan Las siap membantu Anda. Kami bukan sekadar toko yang menjual mesin; kami adalah praktisi yang setiap hari menggunakan mesin ini. Kami paham plus-minus-nya.
Tanyakan apa saja. Kami akan bantu carikan solusi terbaik, bukan yang termahal. Dapatkan penawaran harga mesin las argon terbaik dengan garansi 1 tahun penuh hanya di Juragan Las!






